Monday, 21 August 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » Bibit Buah » Bibit Jeruk Keprok Siem
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Bibit Jeruk Keprok Siem

Ditambahkan pada : February 12th, 2017
*Harga Hubungi Kami
Stock : Tersedia
Kode Produk :
Dilihat : 186 kali
Kategori : Bibit Buah
Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service Aneka Bibit Murah siap melayani dan membantu Anda.

Bibit Jeruk Keprok Siem adalah sebutan untuk jeruk yang sudah tenar di kalangan petani jeruk. Baik di jawa, dan pulau selain jawa. Karena prospeknya sudah jelas, pasar penjualn buahnya nya pun mudah untuk di temui.

Sebelum memulai proses penanaman jeruk siam, para petani pun harus mengerti syarat tumbuh yang baik untuk spesies jeruk yang satu ini; antara lain terkait iklim, media tanam yang baik, dan ketinggian tempat tanam. Agar budidaya jeruk siam berhasil, ada beberapa syarat yang harus disediakan oleh calon petani, antara lain:

  • ketinggian tempat yang disarankan adalah 1-700 meter di atas permukaan laut,
  • iklim yang memiliki curah hujan cukup,
  • suhu antara 25 hingga 30 derajat Celsius,
  • kelembapan hingga 80%,
  • tanah yang mengandung pH antara 5,5 hingga 6,5,
  • tanah jenis latosol atau andosol,
  • tempat yang tidak terlindung dari sinar matahari (sinar matahari tidak terhalang sampai ke pohon jeruk)

Setelah menemukan tempat bercocok tanam jeruk siam yang pas, langkah selanjutnya adalah mengenal cara budidaya jeruk siam. Sebagaimana proses penamanan pohon buah lainnya, jeruk siam pun memiliki sejumlah langkah yang harus ditempuh seorang petani demi menghasilkan buah-buah yang siap dipasarkan atau disantap sendiri. Berikut langkah-langkah budidaya jeruk siam, mulai dari awal cara pembibitan hingga perawatannya:

Cara Bertanam dan Budidaya Jeruk Keprok Siem

Buahnya licin berwarna hijau kekuningan sampai mengundang selera untuk mengupas dan menikmati daging buahnya. Rasanya manis dan segar, cocok untuk pelepas dahaga di kala hari panas dan sebagai pencuci mulut sehabis bersantap. Buah ini tersedia sepanjang tahun karena berbunganya tidak mengenal musim. Ia mau ditanam di mana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Bagaimana caranya bertanam, akan diuraikan dalam bonus ini.

Jeruk keprok siem, Citrus nobilis var. microcarpa, yang cukup populer di Indonesia ini lebih akrab disebut jeruk siem. Bentuk buahnya bulat dengan kulit tipis licin yang lebih sulit dikupas daripada jeruk keprok yang berkulit tebal. Daging buahnya yang banyak airnya terasa manis segar.

Tempat yang cocok

Di Indonesia jeruk siem paling luas penyebarannya, karena bisa ditanam di mana saja, baik di dataran rendah maupun berketinggian 700 meter dpl. Di daerah yang lebih tinggi lagi, jeruk siem bisa juga tumbuh dan menghasilkan buah, tetapi rasa buahnya sering asam.

Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dan mengandung cukup air, tetapi aerasi dan drainasenya harus baik. Kedalaman air tanah 50-200 cm, artinya kalau tanah digali pada musim hujan, air baru akan muncul pada kedalaman 50-200cm. Jeruk siem bisa ditanam di tanah tegalan, tanah sawah yang kering, atau tanah rawa pasang surut yang kering pula.

Memilih dan merawat bibit

Bibit jeruk siem dapat diperoleh dari biji, dari hasil pencangkokan, atau dari hasil okulasi. Bibit berasal dari biji umumnya lama buahnya, dan sifat tanaman sering menyimpang dari induknya, sedangkan bibit dari hasil pencangkokan kini sudah jarang ada, karena pencangkokan sering merusak tanaman induk. Sekarang ini banyak bibit okulasi yang diperjualbelikan. Kita tidak perlu lagi repot membuat bibit jeruk sendiri, karena sudah banyak penangkar buah yang membuat bibit okulasi itu. Namun, membeli bibit jeruk perlu hati-hati. Bibit yang dipilih harus betul-betul sehat, bebas dari hama dan penyakit. Sebaiknya memilih bibit yang bersitifikat bebas CVPD. Tanaman yang tidak bersertifikat tidak terjamin mutunya. Padahal kalau sudah terkena penyakit ini, jeruk sulit disembuhkan.

Bibit yang di beli dari kios bibit umumnya kurang terawat dengan baik. Oleh karena itu, ia perlu dirawat dulu sebelum ditanam di kebun. Perawatan bibit dilakukan selama kira-kira satu bulan. Bibit jeruk diletakkan di tempat yang teduh dan disiram setiap hari. Bila perlu juga disemprot dengan pupuk daun, selain diberi pupuk kandang secukupnya. Perawatan ini dimaksudkan agar tanaman benar-benar kuat sehingga nantinya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Persiapan tanam

Untuk menanam jeruk siem di lahan kering pada prinsipnya sama dengan menanam tanaman buah lainnya, terlebih dahulu dibuat lubang tanam. Umumnya lubang tanam dibuat minimal berukuran 60 x 60 x 60 cm. Penggalian lubang tidak boleh terlalu dalam, karena akar akan mengumpul ke bagian dalam yang akan merugikan tanaman. Penanam yang terlalu dalam dapat merusak tanaman dan menghambat pertumbuhan.

Lubang tanam digali dan tanah galian bagian atas yang subur (30 cm dari permukaan) dipisahkan dari tanah bagian bawah (30 cm lebih dari permukaan) yang kurang subur. Selanjutnya lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu.

Setelah cukup diangin-anginkan, tanah bagian bawah dimasukkan kembali kedalam lubang, sedangkan tanah bagian atas dicampur dengan 2-3 blek pupuk kandang ditambah 1,5 kg pupuk fosfat, dan dimasukkan ke dalam lubang (Gambar I). lubang tidak langsung ditanami, tetap dibiarkan lagi beberapa hari sampai tanah di atas lubang sedikit lebih tinggi daripada tanah di sekelilingnya. Baru kemudian bibit jeruk ditanam. Jarak tanam diusahakan 6-8 meter, karena jeruk siem bertajuk lebar.

Di sekitar lubang tanam harus dibuat jalan air agar nantinya bibit jeruk tidak terendam air yang berlebih. Apabila tanaman sudah berumur 2 tahun, dibuatkan saluran air di antara baris-baris tanaman. Saluran itu sedalam dan selebar30 cm. Selanjutnya setiap 6-8 pohon dibuatkan saluran melintang, yang dalam dan lembarnya samadengan saluran yang membujur.

Penanaman jeruk siem di tanah sawah dan tanah rawa pasang surut sedikit berbeda dengan penanam di lahan kering.

Di sawah dibuat gundukan dari tanah sawah setinggi 50-60 cm dan luasnya 1m² (Gambar II). Setelah gundukan agak mengering, bibit jeruk ditanam. Sebelum tanaman berproduksi, di sekeliling gundukan masih dapat ditanami padi. Seiring dengan pertumbuhan tanaman, gundukan ditinggikan dan diperbesar. Ketika tanaman mulai berproduksi tidak ada lagi padi yang ditanam, yang ada hanyalah hamparan tanaman jeruk. Di sawah, parit-parit drainase harus dibuat untuk membuang kelebihan air bila musim hujan, dan menampung air bila musim kemarau.

Di daerah rawa pasang surut, untuk menanam jeruk siem terlebih dahulu dibuat bedengan-bedengan. Di atas bedengan di buat lagi gundukan, dan di atas gundukan inilah bibit jeruk ditanam. Pembuatan gundukan dimaksudkan agar nantinya tanaman jeruk tidak terkena air pasang

KONTAK KAMI ( Fast Respond )
*Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati!
Hotline : 081330125224 (Bp Huda)
SMS Center : 081553977780 (Ibu Icha)
BBM : Konfirmasi
Via Yahoo Messenger :

Tulis komentar Anda tentang Bibit Jeruk Keprok Siem


  • Belum ada testimoni
* klik gambar produk

Customer service : 

  • Telp / SMS : 081330125224 Bapak Huda
  • Telp / SMS : 081553977780 Mbak Icha